Selasa, 18 Mei 2010

Drama cerai Sri Mulyani

Drama Ani Dicerai, Ical Dikawin

Mundurnya Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjadi gonjang-ganjing politik yang paling membuat kaget publik belakangan ini. Sri Mulyani lebih memilih memenuhi pinangan Bank Dunia untuk menjadi managing director ketimbang melanjutkan tugasnya menjadi Menteri Keuangan. Meskipun belakangan ini dia terus menjadi sorotan publik karena kasus Mafia Pajak Gayus Tambunan dan Skandal Century.

Sri Mulyani memilih pergi ke Washington DC, tempat kantor Bank Dunia berada dan meninggalkan tuntutan para politisi Senayan yang meminta dia bertanggung jawab atas kasus bailout Bank Century. Publik menjadi bertanya-tanya, apa gerangan yang membuat Sri Mulyani mundur? Mereka pun jadi penuh praduga.

Belum terjawab pertanyaan publik di atas, hanya berselang hari, publik kembali dikejutkan 'drama' baru. Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie alias Ical ditunjuk SBY menjadi ketua pelaksana harian Sekretariat Gabungan (Setgab) partai koalisi. Faktor timing dari dua kejadian ini seperti sebuah drama yang sudah disusun rapi alur ceritanya. Benarkah mundurnya Sri Mulyani dan diangkatnya Ical sebuah rekayasa politik untuk menutup kasus Century dan gonjang-ganjing politik yang ditimbulkan?

Pertanyaan itu mulai terjawab, saat salah satu Ketua DPP Partai Golkar Priyo Budi Santoso mengusulkan penutupan kasus Century, setelah Sri Mulyani memastikan diri mundur. Golkar bahkan mengajak semua kekuatan politik untuk cooling down dan tidak lagi mengunakan hak-hak dewan, seperti menyatakan pendapat atau hak lainnya yang bisa berujung kepada pelengseran Boediono sebagai Wapres. Pernyataan Priyo ini, menurut saya semakin meyakinkan publik, bahwa hengkangnya Sri Mulyani dari Menkeu adalah penyelamatan dan win-win solution dari pertarungan elit dalam kasus Century.

Lantas, siapa penyusun cerita yang saling sambung-menyambung menjadi satu ini? Siapa yang membuat skenario? Siapa yang diuntungkan dari semua drama ini? Menurut saya, mundurnya Sri Mulyani merupakan bukti nyata kemenangan Golkar, yang selama ini memang ingin menyingkirkan sosok reformis di Kemkeu ini. Apalagi sebelumnya Sri Mulyani dalam wawancaranya dengan Wall Street Journal secara tegas menyatakan dibalik hiruk-pikuknya pengungkapan Skandal Century ini ada Golkar dan Ical di belakangnya.

Analisa ini akan didukung dengan fakta masuknya Golkar ke barisan inti kekuatan SBY lewat penunjukan Ical sebagai ketua pelaksana harian Setgab parpol koalisi. Rangkaian ini, saya kira sudah cukup membuktikan dalam lingkaran dalam SBY telah terjadi pergeseran peta. Posisi Hatta Rajasa yang sebelumnya selalu dipasrahi urusan 'mengerem' parpol yang melawan pemerintah, kini akan digantikan dengan Ical.

Lalu, apakah benar SBY tidak menghitung semua risiko dari pilihan politiknya ini? Golkar yang juga sudah menjadi bagian dari partai koalisi, terbukti licin dan susah dikendalikan, misalnya dalam kasus Century. Menurut saya, sebagai presiden yang menang dalam 2 kali pilpres, SBY tentu tidak mungkin gegabah. Semua pasti sudah diukur, karena SBY sangat cerdas dan lihai.

Atas dasar inilah, saya menilai justru Golkar yang sedang dibonsai oleh SBY. Dengan menunjuk Ical sebagai ketua pelaksana harian, SBY akan semakin leluasa mengendalikan Ical dan Golkar untuk bisa ikut dengan kemauan 'sang pemimpin'. Ini juga yang membuat internal Golkar mulai goncang. Sebab, ada beberapa kader yang tidak setuju dengan Ical menjadi ketua Setgab, karena dianggap hanya menguntungkan SBY dan PD. Golkar yang selama ini bisa bermain kritis dan bebas, menjadi terkekang dengan posisi Ical sebagai ketua Setgab itu.

Lalu kenapa Ical mau menerima tawaran SBY? Bukankah dia politisi yang sudah makan asam garam dan memimpin Golkar yang terkenal karena pengalamannya berkuasa selama 32 tahun? Spekulasi publik pun muncul, jangan-jangan SBY dan Ical sedang merancang satu skenario tertentu untuk Pilpres 2014?

Dengan alur cerita di atas, bisa jadi Ical sedang diplot SBY untuk disiapkan dalam Pilpres 2014. Mungkin karena PD tidak memiliki kader yang kuat betul didorong sebagai capres pasca SBY, PD cukup puas dengan posisi wapres dengan syarat Golkar dan PD harus berkoalisi. Belum tahu siapa yang akan didorong, apakah Ical sendiri atau kader lain di Golkar. Dugaan itu ternyata diamini oleh elit Golkar.

Kalau memang demikian adanya, bagaimana nasib Boediono setelah ada Ical? Akankah Boediono dipertahankan sampai akhir masa jabatannya sebagai wapres dengan sekian persoalan yang masih melingkupinya, termasuk skandal Century? Pengamat politik dari LSI Burhanudin Muhtadi menilai dugaan ancaman tergusurnya Boediono itu mungkin saja terjadi. Sebab dalam politik, tidak ada kawan dan lawan abadi, yang ada adalah kepentingan yang abadi. Apalagi peran Ical dinilai cukup strategis karena bisa berkomunikasi langsung dengan SBY setiap saat dan bisa rapat dengan para ketua umum partai koalisi setiap waktu.

Namun, untuk mengusur Boediono bukanlah hal yang mudah. Meski secara citra, kekuasaan Wapres Boediono teramputasi dengan peran Ical. Boediono praktis tinggal mengurusi tugas sebagai pembantu presiden. Ical mengambil alih tugas membantu SBY dalam hal konsolidasi parpol koalisi seperti yang dulu dilakukan Wapres Jusuf Kalla saat itu.

Jadi, menurut saya spekulasi publik sah-sah saja mengatakan SBY dan Ical telah, bersepakat atas satu hal. Namun, para politisi itu harus ingat, rakyat telah memiliki rasionalitasnya sendiri. Rakyat telah memiliki ukuran-ukuran mereka untuk memberikan dukungan atau menolak sama sekali. Kalau memang ada kesepakatan antar SBY dan Ical, semoga itu didasarkan atas niat dan komitmen menyejahterakan rakyat. Bukan membuat oligarki kekuasaan baru dengan kawinnya kekuatan penguasa dan pengusaha. Semoga....!

*) Muhammad Nur Hayid, Penulis adalah wartawan detikcom. Tulisan ini merupakan opini pribadi dan tidak mewakili pendapat perusahaan tempat penulis bekerja.
(yid/fay) 


sumber : http://www.detiknews.com/read/2010/05/16/115939/1357852/103/drama-ani-dicerai-ical-dikawin

Senin, 17 Mei 2010

STATEMENT DATA DAN STATEMENT PARAMETER

STATEMENT DATA DAN STATEMENT PARAMETER

Untuk memasukkan suatu data ke suatu variabel atau larik atau elemen dari suatu larik dapat dilakukan  dengan beberapa cara, yaitu:

1. Dengan statement pengerjaan
           Contoh A = 5.25
Maka variabel A akan berisi nilai 5.25.
           Contoh :
                A(1) = 7.15
                A(2) = 8.00
                A(3) = 5.55
Maka  larik  A  untuk elemen pertama berisi nilai 7.15, elemen kedua berisi nilai 8.00 dan elemen ketiga berisi nilai 5.55.

2. Dengan statement READ
Contoh:
             READ (*,10)
             10 FORMAT (F5.2)

3. Dengan statement DATA.
Bila data yang akan dimasukkan ke suatu  variabel  atau larik jumlahnya   cukup banyak dan sifatnya konstan, maka akan lebih baik bila digunakan statement DATA.

4. Dengan statement PARAMETER.
Banyak digunakan untuk  memasukkan  data  konstan  yang tidak begitu         banyak.

  STATEMENT DATA
 Bentuk umum:
        DATA//[[,]//]...
 Penjelasan:
    Statement DATA merupakan  nonexecutable  statemen dan harus  diletakkan setelah statement spesifikasi bila statement spesifikasi digunakan.
      merupakan  satu  atau  kumpulan dari nama variabel, larik atau elemen larik.
    merupakan satu atau  kumpulan  dari  konstanta Jumlah konstanta untuk  masing-masing    harus sama dengan  jumlah  dari nama variabel atau elemen larik untuk masing-masing .



sumber : *.gunadarma.ac.id

Statement format, carriage control dan format specification berulang pada fortran

Statement format, carriage control dan format specification berulang pada fortran

STATEMEN FORMAT
Bentuk umum:
                    

CARRIAGE CONTROL

Karakter pertama dari setiap data yang ditampilkan di layar maupun diprinter tidak turun ditampilkan atau dicetak. Bila karakter carriage control berupa karakter:
    Blank atau spasi, mempunyai efek ganti baris baru,tetapi tidak memberikan spasi.
    0, berarti memberi spasi satu baris dari baris sebelumnya.
    1, berarti akan mencetak  di halaman  baru ( tidak berlaku di layar, hanya di printer).
    +, berarti tidak ganti baris, tetapi  overprinting (menumpangi  penampilan  sebelumnya di baris yang sama).
 
FORMAT SPECIFICATION BERULANG 
Selain repeatable edit descriptor dapat  diulang  dengan  sejumlah perulangan tertentu,  format specification  juga  dapat  di ulang,  dengan bentuk umum:
                    
   Penjelasan:
    merupakan jumlah pengulangannya.
    Maksimum  jumlah  pengulangan  untuk  format  specification adalah 3
    Level.   
1.    Level pertama pada format specification adalah :
2('BASIC') Yang sama dengan: 'BASIC BASIC'
2.    Level kedua pada format specification adalah:
3.    2('COBOL',2('BASIC') Yang sama dengan:2('COBOL BASIC BASIC')
4.    atau 'COBOL BASIC BASIC COBOL BASIC BASIC'
5.    Level ketiga pada format specification adalah:
5(3X,'FORTRAN',2X,2('COBOL',2('BASIC')),/) Yang sama dengan :                          5(3X,'FORTRAN',2X,'COBOL BASIC BASIC COBOl BASIC    BASIC',/) atau : 5('FORTRAN COBOL BASIC BASIC COBOL BASIC
BASIC',/) Sehingga bila program ini dijalankan,akan didapat  hasil sbb:
                     FORTRAN COBOL BASIC BASIC COBOL BASIC BASIC
                     FORTRAN COBOL BASIC BASIC COBOL BASIC BASIC
                     FORTRAN COBOL BASIC BASIC COBOL BASIC BASIC
                     FORTRAN COBOL BASIC BASIC COBOL BASIC BASIC
                     FORTRAN COBOL BASIC BASIC COBOL BASIC BASIC


sumber : *.gunadarma.ac.id

Verb dan specifier pada fortran

Verb dan specifier pada fortran

Verb  adalah  kata  kerja perintah yang terdapat dalam statement. Hampir semua statement Fortran mempunyai verb, kecuali assignment statement. Contoh WRITE, CALL

Unit Specifier dapat berupa :
1.    * atau 0 menunjukkan unit alat untuk Keyboard atau layar.
2.    Ungkapan Integer, yaitu nilai integer selain nilai 0 menunjukkan unit alat yang dipergunakan adalah file eksternal (printer atau file disk).  Statement OPEN menunjukkan nama dari filenya. Nama file sebagai berikut :
        - LPT1: atau PRN (printer yang pertama).
        - CON: menunjukkan alat Console.
        - LPT2: (Printer kedua).
        - COM: atau COM1: atau COM2 untuk Port Komunikasi.
        - Nama file di Disk.
          contoh : OPEN(1,File='LPT1:')

Format Specifier :
     Digunakan untuk menunjukkan format yang akan dipergunakan oleh data input ataupun output.
Statement :
1.    Statement yang terolah (Executable Statement) yaitu : statement yang menyebabkan suatu operasi dilakukan. Contoh : ASSIGN, CALL, CONTINUE, DO, ELSE, ELSEIF, AND, ENDIF, GOTO, IF, PAUSE, RETURN, STOP, BACKSPACE, CLOSE, ENDFILE, OPEN, READ, REWIND dan WRITE.
2.    Statement tak terolah (Non-Executable Statement) yaitu : statement yang tidak melakukan operasi. Contoh : FORMAT, DATA, PARAMETER, COMMON, DIMENSION, QUIVALENCE, EXTERNAL, IMPLICIT, INTRINSIC, SAVE dan TYPE , PROGRAM, FUNCTION SUBROUTINE.


sumber : *.gunadarma.ac.id

Nama variabel, larik dan fungsi pada fortran

Nama variabel, larik dan fungsi pada fortran

Nama Variabel ada 5 tipe :
1.    Variabel Integer untuk menyimpan nilai numerik bulat. Bila tidak    didefinisikan, maka harus ditunjukkan oleh nama variable yang diawali dengan huruf I, J, K, L, M atau N besarnya memori  2 byte atau 4 byte default-nya 4 byte.
2.    Variabel Real ketepatan Tunggal menyimpan nilai pecahan 4 byte. Bila tidak didefinisikan maka harus diawali huruf I,J,K,L,M,N.
3.    Variabel real ketepatan Ganda menyimpan pecahan 8 byte. Harus diawali dengan huruf selain I,J,K,L,M,N.
4.    Variabel Karakter menyimpan variabel karakter 4 byte. Kalau tidak didefinisikan dapat menampung 4 karakter.  Diawali huruf apa saja boleh juga I,J,K,L,M,N.
5.    Variabel Logika menyimpan nilai logika .TRUE. .FALSE. Diawali dengan huruf apa saja boleh juga I, J, K, L, M, N.

Nama Larik ( Array ) :
Digunakan untuk menyimpan beberapa nilai dalam satu nama larik. Pada Fortran dapat berdimensi satu, dua, tiga sampai tujuh. Bila tidak didefinisikan maka harus diawali dengan huruf I, J, K, L, M, N.

Nama Fungsi :
Digunakan   untuk  mendapatkan suatu nilai dari fungsi tersebut.   Dengan  fungsi,  nilai  data dapat dikirimkan ke fungsi dan fungsi akan memberikan hasil yang diminta.  Dalam Fortran digolongkan  menjadi 3 macam,   yaitu :
1.    Fungsi Eksternal yang dibuat sendiri oleh pembuat program  dalam bentuk unit program yang terpisah tetapi masih dalam satu program.
2.    Fungsi Statement dedefinisikan tidak dalam bentuk unit program yang terpisah, tetapi dalam statement tunggal.
3.    Fungsi Hakiki atau Fungsi pustaka yang sudah disediakan  oleh fortran


sumber : *.gunadarma.ac.id

Statement pada fortran

Statement pada fortran

Suatu statement dapat dibentuk dari elemen-elemen :
1. Konstanta        5. Verb
2. Operator         6. Unit Specifier
3. Ungkapan        7. Format Specifier
4. Nama

Konstanta :
Numerik yang terdiri dari :
Konstanta Integer (Numerik Bilangan Bulat) 2 byte berkisar  antara -32767 sampai 32767 dan yang 4 byte  berkisar  antara  -2147483647 sampai 2147483647. Kontanta Real ketepatan tunggal (Pecahan), mempunyai batasan : 8.43E-37   sampai dengan   3.37E+38    Positif -3.37E+38   sampai dengan  -8.43E-37    Negatif Konstanta Real Ketepatan ganda (Pecahan), mempunyai batasan : 4.19D-307  sampai dengan   1.67D+308   Positif   -1.67D+308  sampai   dengan    -4.19D-307   Negatif Konstanta Karakter (String) yang ditulis dalam tanda Petik. Konstanta Logika (Nilai Logika) .TRUE. .FALSE.

Operator :
Aritmatika  :  **  Pangkat               level 1
                       * Kali                      level 2
                        / Bagi                     level 2
                       + Penjumlahan        level 3
                        - Pengurangan        level 3
   
Hubungan   :   
            .LT.     Lebih Kecil dari
            .LE.     Lebih kecil sama dengan dari
           .EQ.     Sama dengan
           .NE.     Tidak sama dengan
            .GT.    Lebih besar dari
             .GE.    Lebih besar sama dengan dari
Logika  :
      .NOT.      Tidak atau Bukan
        .AND.    Dan
       .OR.       Atau

Ungkapan   :
    Ungkapan Aritmatika dengan operasi didalam tanda kurung didahulukan, kemudian pangkat, kali, bagi, jumlah, kurang. Ungkapan Karakter tidak boleh menggunakan operator aritmatik, tapi dapat berbentuk konstanta karakter atau nama variabel. Ungkapan hubungan adalah membandingkan niali dari dua numeric atau karakter.

Nama : dapat berupa variabel, larik(array), fungsi, atau rutin.
Dengan ketentuan sebagai berikut :
1.    Maksimum panjangnya 1320 karakter tapi hanya 6 karakter pertama yang dibaca.
2.    Karakter pertama harus berupa huruf.
3.    Tidak boleh ada spasi atau blank.
4.    Tidak boleh mengandung karakter khusus.


sumber : *.gunadarma.ac.id

Sejarah singkat, struktur program, aturan penulisan, dan elemen program fortran

Sejarah singkat, struktur program, aturan penulisan, dan elemen program fortran

Perkembangan Fortran :
Fortran Singkatan Dari FORmula TRANslator, yang merupakan bahasa tingkat tinggi dan ber-orientasi pada rumus-rumus (formula) atau ke permasalahan teknik.
Referensi pertama mengenai Fortran baru dikeluarkan dalam bentuk laporan tahun 1954 oleh Programming Research Group, suatu divisi teknik terapan dari IBM baru  pada  tahun  1957  diterapkan
pada komputer IBM 704.

Struktur Program Fortran :
Dibagi menjadi 5 bagian kolom dan  tiap  baris  di  dalam program dapat berisi :
1. Metacommand
2. Komentar
3. Statement
4. Sambungan dari statement baris sebelumnya.

Aturan Penulisan Fortran :
1. Kolom pertama merupakan Komentar atau metacommand (C, *, $).
2. Kolom 1 sampai 5 untuk penulisan label statement berupa angka.
3. Kolom 6 untuk indikasi sambungan dari baris sebelumnya.
4. Kolom 7 sampai 72 untuk penulisan Statement FORTRAN.
5. Kolom 73 sampai 80 tidak digunakan (Untuk Komentar bebas).
   
Elemen Program Fortran :
1. Metacommand atau compiler directive sifatnya optional.
2. Komentar berupa tulisan bebas.
3. Statement merupakan inti yang berupa instruksi-instruksi.


sumber : *.gunadarma.ac.id

Senin, 01 Maret 2010

Empat Dampak Besar dari Globalisasi

Empat Dampak Besar dari Globalisasi
source : www.kadin-indonesia.or.id

Dampak dari globalisasi ekonomi terhadap perekonomian suatu negara bisa positif atau negatif, tergantung pada kesiapan negara tersebut dalam menghadapi peluang-peluang maupun tantangan-tantangan yang muncul dari proses tersebut. Secara umum, ada empat (4) wilayah yang pasti akan terpengaruh, yakni :

1. Ekspor. Dampak positifnya adalah ekspor atau pangsa pasar dunia dari suatu negara meningkat; sedangkan efek negatifnya adalah kebalikannya: suatu negara kehilangan pangsa pasar dunianya yang selanjutnya berdampak negatif terhadap volume produksi dalam negeri dan pertumbuhan produk domestiik bruto (PDB) serta meningkatkan jumlah pengangguran dan tingkat kemiskinan. Dalam beberapa tahun belakangan ini ada kecenderungan bahwa peringkat Indonesia di pasar dunia untuk sejumlah produk tertentu yang selama ini diunggulkan Indonesia, baik barang-barang manufaktur seperti tekstil, pakaian jadi dan sepatu, maupun pertanian (termasuk perkebunan) seperti kopi, cokelat dan biji-bijian, terus menurun relatif dibandingkan misalnya Cina dan Vietnam. Ini tentu suatu pertanda buruk yang perlu segera ditanggapi serius oleh dunia usaha dan pemerintah Indonesia. Jika tidak, bukan suatu yang mustahil bahwa pada suatu saat di masa depan Indonesia akan tersepak dari pasar dunia untuk produk-produk tersebut.
2. Impor. Dampak negatifnya adalah peningkatan impor yang apabila tidak dapat dibendung karena daya saing yang rendah dari produk-produk serupa buatan dalam negeri, maka tidak mustahil pada suatu saat pasar domestik sepenuhnya akan dikuasai oleh produk-produk dari luar negeri. Dalam beberapa tahun belakangan ini ekspansi dari produk-produk Cina ke pasar domestik Indonesia, mulai dari kunci inggris, jam tangan tiruan hingga sepeda motor, semakin besar. Ekspansi dari barang-barang Cina tersebut tidak hanya ke pertokoan-pertokoan moderen tetapi juga sudah masuk ke pasar-pasar rakyat dipingir jalan.
3. Investasi. Liberalisasi pasar uang dunia yang membuat bebasnya arus modal antarnegara juga sangat berpengaruh terhadap arus investasi neto ke Indonesia. Jika daya saing investasi Indonesia rendah, dalam arti iklim berinvestasi di dalam negeri tidak kondusif dibandingkan di negara-negara lain, maka bukan saja arus modal ke dalam negeri akan berkurang tetapi juga modal investasi domestik akan lari dari Indonesia yang pada aknirnya membuat saldo neraca modal di dalam neraca pembayaran Indonesia negatif. Pada gilirannya, kurangnya investasi juga berpengaruh negatif terhadap pertumbuhan produksi dalam negeri dan ekspor. Seperti telah di bahas sebelumnya, sejak krisis ekonomi 1997/98, arus PMA ke Indonesia relatif berkurang dibandingkan ke negara-negara tetangga; bahkan di dalam kelompok ASEAN, Indonesia menjadi negara yang paling tidak menarik untuk PMA karena berbagai hal, mulai dari kondisi perburuan yang tidak lagi menarik investor asing, masalah keamanan dan kepastian hukum, hingga kurangnya insentif, terutama insentif fiskal bagi investasi-investasi baru. Sebaliknya, Vietnam, sebagai suatu contoh, menjadi sangat menarik bagi investor asing karena tidak hanya tenaga kerjanya sangat disiplin dan murah, juga pemerintah Vietnam memberikan tax holiday bagi investasi-investasi baru.
4. Tenaga kerja. Dampak negatifnya adalah membanjirnya tenaga ahli dari luar di Indonesia, dan kalau kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia tidak segera ditingkatkan untuk dapat menyaingi kualitas SDM dari negara-negara lain, tidak mustahil pada suatu ketika pasar tenaga kerja atau peluang kesempatan kerja di dalam negeri sepenuhnya dikuasai oleh orang asing. Sementara itu, tenaga kerja Indonesia (TKI) semakin kalah bersaing dengan tenaga kerja dari negara-negara lain di luar negeri. Juga tidak mustahil pada suatu ketika TKI tidak lagi diterima di Malaysia, Singapura atau Taiwan dan digantikan oleh tenaga kerja dari negara-negara lain seperti Filipina, India dan Vietnam yang memiliki keahlian lebih tinggi dan tingkat kedisiplinan serta etos kerja yang lebih baik dibandingkan TKI.

Keempat jenis dampak tersebut secara bersamaan akan menciptakan suatu efek yang sangat besar dari globalisasi ekonomi dunia terhadap perekonomian dan kehidupan sosial di setiap negara yang ikut berpartisipasi di dalam
prosesnya, termasuk Indonesia. Lebih banyak pihak yang berpendapat bahwa globalisasi ekonomi akan lebih
merugikan daripada menguntungkan negara sedang berkembang (NSB) seperti Indonesia. Seperti misalnya pendapat yang pesimis mengenai globalisasi dari Khor (2002) sebagai berikut: Globalisasi adalah suatu proses yang sangat tidak adil dengan distribusi keuntungan maupun kerugian yang juga tidak adil. Ketidakseimbangan ini tentu saja akan menyebabkan pengkutuban antara segelintir negara dan kelompok yang memperoleh keuntungan, dan negara-negara maupun kelompok yang kalah atau termajinalisasi. Dengan demikian, globalisasi, pengkutuban, pemusatan kesejahteraan dan marjinalisasi merupakan rentetan peristiwa menjadi saling terkait melalui proses yang sama. Dalam proses ini, sumber-sumber investasi, pertumbuhan dan teknologi moderen terpusat pada sebagian kecil (terutama negara-negara Amerika Utara, Eropa, Jepang dan negara-negara industri baru (NICs) di Asia Timur). Majoritas NSB tidak tercakup dalam proses globalisasi atau ikut berpartisipasi namun dalam porsi yang sangat kecil dan acapkali berlawanan dengan kepentingannya, misalnya liberalisasi impor dapat menjadi ancaman bagi produsen-produsen domestik mereka dan liberalisasi moneter dapat menyebabkan instabilitas moneter dalam negeri (hal.18). Masih menurut Khor, Manfaat dan biaya liberalisasi perdagangan bagi NSB menimbulkan persoalan yang kian kontroversial. Pandangan kontroversial bahwa liberalisasi perdagangan merupakan sesuatu yang penting dan secara otomatif atau pada umumnya memiliki dampak-dampak positif bagi pembangunan dipertanyakan kembali secara empiris maupun analitis. Kini saatnya meneliti sejarahnya dan merumuskan berbagai pendekatan yang tepat bagi kebijakan perdagangan di NSB. (hal.32).

Dengan demikian, Khor (2002) berpendapat bahwa globalisasi ekonomi mempengaruhi berbagai kelompok negara secara berbeda. Secara umum, menurutnya, dampak dari proses ini dapat dikelompokkan ke dalam tiga grup negara. Grup pertama adalah sejumlah kecil negara yang mempelopori atau yang terlibat secara penuh dalam proses ini mengalami pertumbuhan dan perluasan kegiatan ekonomi yang pesat, yang pada umumnya adalah negara-negara maju. Grup kedua adalah negara-negara yang mengalami pertumbuhan ekonomi yang sedang dan fluktuatif, yakni negara-negara yang berusaha menyesuaikan diri dengan kerangka globalisasi ekonomi atau liberalisasi perdagangan dan investasi. Misalnya negara-negara dari kelompok NSB yang tingkat pembangunan/kemajuan industrinnya sudah mendekati tingkat dari negara-negara industri maju. Grup ketiga adalah negara-negara yang termarjinalisasikan atau yang sangat dirugikan karena ketidakmampuan mengatasi tantangan-tantangan yang muncul dari proses tersebut dan persoalan-persoalan pelik yang terkait langsung maupun tidak langsung dengan globalisasi ekonomi seperti harga-harga komoditas primer yang rendah dan fluktuatif serta hutang luar negeri. Grup ini didominasi oleh NSB terutama di Afrika, Asia Selatan (terkecuali India) dan beberapa negara di Amerika Latin (tidak termasuk negara-negara yang cukup berhasil seperti Brazil, Argentina, Chile dan Meksiko).

Perkiraan bahwa sebagian besar dari NSB, terutama di tiga wilayah tersebut di atas termarjinalisasikan dalam proses globalisasi ekonomi bukan sesuatu tanpa alasan kuat. Data deret waktu dari UNCTAD menunjukkan bahwa dalam empat (4) dekade terakhir, pangsa NSB di dalam ekspor dunia menurun secara konstan dari 3,06% pada tahun 1954 ke 0,42% pada tahun 1998. Laju penurunannya lebih dalam periode 1960-an dan 1970-an. Data UNCTAD tidak hanya membedakan antara negara-negara maju (developed countries) dengan NSB, tetapi di dalam kelompok NSB itu sendiri dibedakan antara yang sudah maju (developing countries) seperti NICs, Thailand, Malaysia, Indonesia, India, Cina, Pakistan, Israel di Asia dan Brasil, Argentina, Chile dan Meksiko di Amerika Latin, dan negara-negara yang terbelakang dalam tingkat pembangunan/industrialisasinya (least developed countries) yang didominasi terutama oleh negara-negara miskin di Afrika dan Asia Selatan. NSB dari katetori least developed countries paling kecil pangsa pasar dunianya, dan dalam 4 dekade terakhir ini menunjukkan suatu tren yang menurun yang mengindikasikan bahwa kelompok ini semakin termarjinalisasikan.

Senin, 15 Februari 2010

Opportunity Cost - Biaya Peluang

Source From :
Wikipedia dan e-dukasi.net

Biaya peluang
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Dalam ilmu ekonomi, biaya peluang, atau biaya kesempatan, adalah biaya yang kita terima bila kita memilih suatu kegiatan. Berbeda dengan biaya sehari-hari, biaya peluang muncul dari kegiatan alternatif yang tidak bisa kita lakukan. Sebagai contoh, misalkan seseorang memiliki uang Rp.10.000.000. Dengan uang sebesar itu, ia memiliki kesempatan untuk bertamasya ke Bali atau membeli sebuah TV. Jika ia memilih untuk membeli TV, ia akan kehilangan kesempatan untuk menikmati keindahan Bali; begitu pula sebaliknya, apabila ia memilih untuk bertamasya ke Bali, ia akan kehilangan kesempatan untuk menonton TV. "Kesempatan yang hilang" itulah yang disebut sebagai biaya peluang.



Kelangkaan & Biaya Peluang

Biaya Peluang (opportunity cost)

Biaya adalah pengorbanan yang dilakukan untuk mengadakan, mendirikan, atau melakukan sesuatu untuk mendapatkan barang dan jasa atau memproduksi barang dan jasa, yang dinyatakan oleh satuan uang menurut harga pasar yang berlaku. Biaya peluang terjadi karena kebutuhan manusia yang tidak terbatas pada keterbatasan sumberdaya. Biaya peluang tidak selalu berupa uang yang harus dikeluarkan, tetapi lebih merupakan pengorbanan yang harus dihadapi oleh setiap pelaku ekonomi ketika mengambil keputusan ekonomi. Hal inilah yang menuntut manusia untuk bersikap rasional dalam menentukan berbagai pilihan sumberdaya yang dimiliki untuk memuaskan kebutuhan hidupnya.

Dalam waktu yang sama seseorang dapat melakukan berbagai pilihan kegiatan yang harus dipilih. Misalnya seorang siswa harus melakukan pilihan pada waktu yang sama antara bermain bola dengan teman-temannya dan menonton pertandingan sepak bola di tv.

Apabila ia memilih untuk bermain dengan teman-temannya, maka ini merupakan biaya peluang yang ia peroleh, sedangkan alternatif terbaik lainnya yang tidak digunakan (oportunity lost) adalah menonton pertandingan sepak bola di tv. Jadi biaya peluang adalah nilai pilihan terbaik lain yang tidak digunakan.


Dua pilihan yang harus dipilih dalam satu kondisi waktu yang sama

Biaya sehari-hari

Biaya sehari-hari dapat diartikan sejumlah uang yang harus dikeluarkan setiap harinya untuk memenuhi kebutuhan hidup. Misalnya: biaya transportasi, uang makan, uang belanja.



Apabila terjadi kenaikan harga pada beberapa produk, maka akan berakibat pada penambahan pengeluaran pada biaya sehari-hari. Sebagai contoh, pada tahun 2003 pemerintah melakukan kenaikan tarif baru untuk layanan PLN, PAM, Telpon, dan BBM, walaupun ada beberapa yang ditunda kenaikannya bahkan dibatalkan, tetapi akibat dari ini semua berdampak pada kenaikan harga barang, dan masyarakat sebagai konsumen yang merasakan imbasnya secara langsung. Awalnya dengan pendapatan Rp. 1.250.000 per bulan dapat mencukupi biaya sehari-hari, tetapi akibat adanya kenaikan tarif, menjadi tidak cukup.

Sabtu, 13 Februari 2010

Apakah anda Pemikir atau Pekerja

Lihat artikel "Apakah anda Pemikir atau Pekerja" di = Seputar Indonesia


Kalau di suruh memilih salah satu dari tujuh tipe, mungkin-mungkin saja, tapi bukankah manusia, dalam kasus ini saya sendiri, tidak hanya memiliki satu tipe dari tujuh tipe tersebutkan. Karena manusia, apalagi yang telah lama menjalani hidup dan mempunyai banyak pengalaman dan kegiatan pasti mempunyai minimal dua tipe dari tipe-tipe tersebut.

Yang menjadi permasalah, di artikel tersebut tidak di jelaskan mengenai kemungkinan bahwa pembaca memiliki lebih dari satu tipe dari tujuh yang disebutkan. Misal, apa pekerjaan atau deskripsi tentang seseorang yang mempunyai tipe pekerja dan kreator. Apa pekerjaann yang harus dipilih apabila mempunyai lebih dari satu tipe, apakah condong ke tipe pertama dan membuang tipe lainnya, atau harus mencari pekerjaan yang mensupport keseluruhan tipe yang dimiliki?

Kalau menurut saya pribadi, saya termasuk ke dalam 6 tipe dari tujuh tipe keseluruhan yang di sebutkan, yaitu : Pekerja, Pemikir, Persuader, Koordinator, Penolong dan pembantu. Itupun berdasarkan oleh deskripsi dari masing-masing tipe yang disebutkan dalam artikel tersebut, ya walaupun sebenarnya dasar deskripsi masing-masing tipe termasuk deskripsi umum, dan tidak terlalu menspesifikan arti sebenarnya dari tipe tersebut.
  1. Pekerja :
Tidak hanya saya, pasti setiap orang akan sangat puas apabila berhasil menyelesaikan pekerjaannya. Dan tentunya pekerjaan tersebut merupakan hasil usahanya sendiri atau dengan tangannya sendiri. Rasanya juga tidak aneh kalau semua orang akan lebih termotivasi jika mendapat pujian. Mengenai targetpun, bukankah kita semua harus mempunyai target atau tujuan dalam hidup. Tidak mungkin ada orang yang menyarankan agar kita hanya perlu mempunyai satu target saja dalam satu tahun kan. Dan refreshing juga pasti dilakukan oleh setiap orang meskipun ia belum bekerja.

Lantas, mana dari deskripsi tipe pekerja ini yang mencirikan khusus seseorang bertipe pekerja?. Atau apakah semua orang bertipe pekerja?. Yang jelas, deskripsi tipe pekerja ini ada pada saya (dan mungkin semua orang J )
  1. Pemikir :
Deskripsi tipe pemikiran yaitu penasaran pun dimiliki oleh setiap orang. Namun yang membedakan tipe ini dengan orang kebanyakan adalah ketertarikan untuk menganalisa sesuatu. Yup, saya senang menganalisa sesuatu, mengapa ini bisa begini, kenapa bisa begitu. Saya senang bermain dengan pikiran dari pada melakukan kegiatan fisik, karena di saat berpikir tentang sesuatu, kita bisa bebas berimajinasi, karena di dunia ini salah satu yang masih memiliki kebebasan adalah pemikiran.
  1. Persuader :
Walau belum semahir orang yang mempunyai bakat mempengaruhi orang lain, belakangan ini saya menjadi tertarik tentang mempengaruhi pikiran orang karena saya sedang mempelajari suatu ilmu tentang mempengaruhi sebuah pemikiran atau persepsi. Seperti yang di deskripsikan oleh artikel tersebut, kunci utama bisa mempengaruhi pemikiran orang adalah dengan percaya diri yang tinggi sekali. Karena saya mempunyai banyak pengalaman dengan orang yang saya bilang pada awal adalah seorang yang mempunyai bakat mempengaruhi. Dengan percaya dirinya yang tinggi, ia bisa mempengaruhi pemikiran orang dengan memasukkan pemikiran-pemikirannya ke orang tersebut. Bahkan ia bisa mempengaruhi sesuatu yang salah menjadi benar. Dan aplikasi dari ilmu mempengaruhi akan sangat membantu dalam pekerjaan, entah saat wawancara, berdiskusi, dan atau saat bernegoisasi seperti saat berdagan dan lain-lain.
  1. Koordinator :
Tentunya dalam suatu pekerjaan, team work sangat dibutuhkan. Dan satu-satunya cara agar terbentuk team work yang baik dan pekerjaan menjadi lancar adalah suatu koordinasi yang sempurna. Saya sadar bahwa saya memiliki banyak kekurangan, maka dari itu, saya memanfaatkan sumber daya yang ada untuk melengkapi kekurangan saya. Saya koordinasikan oran-orang di sekitar saya yang kompeten untuk mengerjakan sesuatu yang saya tidak bisa dan pastinya orang tersebut sudah tidak dipertanyakan lagi keahliannya untuk melakukan apa yang saya mintakan.
  1. Penolong :
Tolong menolong pun sangat penting agar pekerjaan cepat selesai. Di saat saya sudah masuk kedalam suatu tim, berarti saya juga mempunyai andil dalam membangun tim saya tersebut. Salah satunya dengan memberikan saran-saran dan komentar, dan turut membantu dengan suka rela apabila tim saya membutuhkan bantuan saya.
  1. Pembantu :
Pembantu di sini bukan berarti saya bercita-cita ingin menjadi seorang pembantu. Tapi seperti pada point 5, yaitu tipe penolong, kita semua harus saling tolong-menolong dan bantu-membantu agar pekerjaan cepat selesai dan berjalan dengan lancar. Tentunya ini tidak hanya akan menjadi kenyamanan dan memenuhi kebutuhan orang yang dibantu saja, tapi juga akan membuat kita menjadi nyaman karena kita telah turut membantu agar semua hal berjalan dengan benar.

Kalau di lihat dari 6 tipe yang saya pilih, pekerjaan yang cocok dengan saya adalah semua pekerjaan.Kenapa semua pekerjaan cocok dengan kriteria di atas, karena semua pekerjaan membutuhkan individu-individu yang rajin bekerja (Pekerja), mampu menyelesaikan masalah (Pemikir), pintar bersosialisasi (Persuader), mampu bekerja dalam tim (Koordinator), dan rela berkorban (Penolong dan Pembantu).

Dan sekarang tinggal kembali ke diri kita sendiri untuk dapat pintar-pintar mencari pekerjaan yang kita inginkan dengan memanfaatkan keahlian-keahlian dan tipe yang kita miliki.

Namun apabila kalau di suruh memilih saya termasuk tipe pekerja atau pemikir, saya lebih memilih tipe pemikir. Karena seorang pemikir bisa memanfaatkan para pekerja untuk melakukan pekerjaanya. J